jump to navigation

Bola 12 Pas, Kok Dikilik-kilik Lagi? November 25, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Ngomongin Politik.
add a comment

Bung,

Pak SBY, presiden kita itu, telah mengeluarkan sikap resminya prihal kasus hukum Bibit-Chandra kemarin malam. Sudah seperti yang kita duga sejak awal, sebagaimana juga surat-surat saya kepada Anda sebelumnya, kalau ia tak akan berani bersikap tegas untuk menyelesaikan kasus ini. Ragu-ragu. Bimbang. Dan apalagi namanya itu, yang memang ciri khas bapak yang satu ini. Lihat saja pidatonya yang berputar-putar, ntah kemana itu.

Ia memang menyiratkan kalau sebaiknya, atau lebih baik, kalau kasus dua pimpinan KPK itu diselesaikan di luar pengadilan. Tapi dia, katanya, tak bisa, dan tak mau turut campur, tak mau intervensi. Penyelesaian tetap ada di ranah kepolisian dan kejaksaan. Bola panas dilempar lagi. Jadi tetap kepolisian [yang notabene sedari awal mau melanjutkan kasus ini] dan kejaksaan [yang juga punya sikap sama] untuk menghentikan kasus. (lagi…)

Jaring Laba-laba November 23, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Ngomongin Politik.
add a comment

Bung,

Anacharsis lagi-lagi benar. Nubuwat filsuf asal Yunani ini kalau hukum layaknya jaring laba-laba tak dapat disangkal di negeri ini.

Kita punya sosok ideal untuk tesa Anarchasis. Masih hangat dan ramai dibincangkan orang, dari menteri (bahkan presiden) sampai penarik becak. Mereka adalah Anggodo dan Nek Minah. Keduanya sama-sama warga negara Indonesia, tapi punya nasib yang berbeda. Yang satu kaya raya, yang lain miskin papa. Itu juga yang membuat mereka berbeda perlakuannya di depan penegak[?] hukum. (lagi…)

“Maaf Kami Terpaksa Melakukan Pemadaman” November 21, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Uncategorized.
add a comment

Oleh : Husni Thamrin Simatupang

Tahun 1821 Michael Faraday merintis penemuan listrik. Thomas Alva Edison kemudian mengembangkannya menjadi lampu listrik,sistim distribusi listrik, lokomotif listrik, stasiun tenaga listrik, dan lain-lain.

Hidup manusia semakin sejahtera dengan inovasi-inovasi ini. Listrik menjadi kebutuhan di setiap lini kehidupan. Namun, lebih satu abad kemudian, perusahaan listrik negeri ini (atau apa yang biasa disebut PLN) melakukan pemadaman listrik bergilir. (lagi…)

Masih Mau Melanjutkan Juga? November 19, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik, Uncategorized.
2 comments

Bung,

SAYA MASIH bicara soal isu cicak lawan buaya itu lagi. Mungkin Anda bilang: “Kok itu-itu terus?” Ya, karena kalau kita diam saja [dan ingat, diam adalah pengkhianatan], bisa-bisa kezaliman ini berlalu begitu saja. Hilang dan dilupakan orang. Dan itu memang yang selalu diinginkan oleh penguasa [di negeri luar sana, karena disini baik-baik semua], terlebih yang korup dan otoriter.

Begini, Tim 8, seperti yang kita baca di media massa, telah menyelesaikan tugasnya. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan tim ini untuk menuntaskan kisruh kriminalisasi pimpinan KPK bibit-chandra adalah menghentikan kasus karena polisi dan kejaksaan tidak memiliki cukup bukti. Yang lain, yang juga menjadi catatan penting, adalah mengungkap kasus bank century, karena ada indikasi kalau kasus bibit-chandra berawal dari bank yang dinyatakan bobrok ini. (lagi…)

ANAK DI MATA JURNALIS[ME] KITA November 18, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, tentang Anak.
add a comment

Mbak,

PERS–yang menjadi salah satu pilar demokrasi itu–ternyata bisa berbuat kejam. Mereka melakukan kekerasan kepada anak. Sadar atau tanpa. Bacalah misalnya pemberitaan media mengenai perkosaan yang dialami oleh seorang anak.

Koran biasanya, tanpa merasa berdosa, menuliskan detil bagaimana anak tersebut diperkosa. Pelaku membuka pakaian, meraba, menindih, mencium, … dlsb. Akibatnya, pembaca seperti membuka lembar buku porno Annie Arrow atau Freddy S yang [dulu] banyak dijual kios koran [buku] pinggir jalan. Bukannya simpati [apalagi empati] yang muncul dibenak pembaca, bisa-bisa malah [naudubillah] syahwat. (lagi…)

La Cosa Nostra November 17, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik.
4 comments

Bung,

KETIKA HUKUM diperjual-belikan, mafia merajalela. Begitulah yang terjadi di Amerika pada abad-20 pertengahan. Penguasa yang korup dengan gampang disuap organ mafia untuk mengubah hukum sesuai dengan keinginannya. Mario Fuzo dengan apik menceritakannya dalam magnum opusnya, “The Godfather”.

The Godfather adalah sang pemimpin mafia bernama Don Vito Corleone. Imigran sisilia. Ia sosok laki-laki yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan. (lagi…)

KOMUNITAS-KOMUNITAS [TAK] TERBAYANG November 16, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Ngomongin Politik, tentang Anak.
add a comment

Bung,

Waktu ada kesempatan [gratis pastinya] ke Jogja beberapa bulan yang lalu saya bisa-bisakan singgah ke toko buku. Curi waktu. Soalnya ini uda cita-cita terpendam. Selagi jadwal pertemuan sedikit lowong, saya pun leyong, bergegas meraba alamat salah satu toko buku diskon yang saya dapat di halaman web. Anda tahu sendirikan, ini kota pendidikan, jadi harga buku boleh dipangkas rabat lebih 30 prosen.

Wah buku-bukunya bagus-bagus semua. Gila! Jamin susah kalau di dapat [apa lagi dengan harga miring] di kota lain. Apalagi kota sendiri. Akhirnya, setelah pegang buku [bagus] sana buku [bagus] sini, baca sampul [menarik] ini sampul [menarik] itu, saya putuskan untuk membeli dua buku. Putusan berat. Ini setelah berkonsultasi dulu dengan isi kantong yang lagi cekak. Dus, panitia yang ngundang dalam acara ini lagi pelit [Anda tau apa tanda orang pelit? Kata istri saya ada cekungan yang dalam di tengkuknya. Anda?] gak ngasi perdiem alias uang saku. Jadi harus pandai main sulap dengan uang makan dan ongkos taxi waktu pulang nanti. (lagi…)

Ada Borok Di Wajah [Ke]polisi[an] Kita November 14, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik, Uncategorized.
add a comment

Bung,

GEGER ISU kriminalisasi bibit-chandra semakin menegaskan bagaimana citra [ke]polisi[an] sesungguhnya. Penuh borok.

Bagaimana mau dibilang lain, lihat saja sepak terjang institusi ini demi menutupi kudis bernanah yang bersarang di mukanya itu. Tapi alih-alih tersembunyi, masyarakat makin bisa melihat borok-borok yang selama ini tersembunyi tertutup bedak tebal menyerupai topeng. (lagi…)