jump to navigation

hotel[non]prodeo Januari 13, 2010

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik, h u k u m.
add a comment

Bung,

Kalau punya uang dan kuasa semua bisa diatur. Bahkan hal-hal yang paling absurd sekalipun.

Tengok saja. Seorang Artalita [i-nya pake i atau y] alias Ayin, yang tersangkut masalah suap beberapa waktu lalu, yang sekarang sedang dihukum penjara, bisa mengatur usahanya dari balik jeruji besi. Jangan bayangkan kalau selnya layaknya sebuah sel: kamar 4 x 4, terali, panas, pengap, kecoa, riuh tahanan, dst. Tidak. Buang jauh-jauh gambaran seram penjara yang kita lihat di TV. Ayin tinggal [layaknya] di hotel [minus prodeo] berbintang. (lagi…)

Buku, Sensor, dan Kekuasaan Januari 7, 2010

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Buku.
Tags: , ,
add a comment

Jaksa Agung mengeluarkan larangan terhadap lima buah buku. Gurita dari Cikeas menghilang. Publik (terutama insan perbukuan) bereaksi. Ingatan kepada rezim represif Orde Baru, mau tak mau, kembali lagi.

Kelima buku yang dilarang tersebut adalah: (1) Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto ditulis John Roosa, diterbitkan Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra, (2) Suara Gereja bagi Umat Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri ditulis Socratez Sofyan Yoman, diterbitkan Reza Enterprise. (lagi…)

Selamat Jalan, Gus… Januari 5, 2010

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Ngomongin Politik.
add a comment

(In Memoriam Gus Dur: 1940 – 2009)

Begitu saja kok repot! Kalau mendengar ungkapan itu ingatan kita pasti tertuju kepada Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Dialah yang mempopulerkan kalimat itu. Mantan Presiden RI ke IV ini memang paling suka mengkomentari tiap persoalan yang dipandang rumit oleh orang lain dengan kata-kata itu. Bukan menggampangkan masalah, tapi baginya, sebenarnya persoalan itu bisa dibuat mudah.

Namun, sekarang kita tak pernah bisa mendengar lagi kata-kata itu diucapkan Gus Dur. Rabu, 30 Desember 2009 Ia meninggalkan kita semuanya, berpulang kepada Sang Pencipta. Bendera setengah tiang untuknya, Indonesia berkabung. (lagi…)

Kerja Keras Adalah Energi Kita Desember 19, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Uncategorized.
add a comment

Mbak,

YA, ANDA JADI BENAR! ”Kerja keras adalah energi kita” adalah slogan Pertamina, perusahaan anak kandung negara untuk urusan tambang dan minyak di negeri ini. Tapi sekarang, saya pikir, jargon itu tak hanya berlaku pada perusahaan itu thok, namun juga untuk konsumennya sendiri. Maksud saya masyarakat pengguna produk Pertamina, khususnya minah alias minyak tanah.

Jadi, cemana tidak? Akhir-akhir ini minah menghilang di daerah saya: Medan dan sekitarnya. Masyarakat, khususnya ibu rumah tangga,–bah, betapa tak sensitif gendernya kata ini–panik. Mereka mencarinya, bak mencari anak hilang, kemana-mana. Tak ditemukan. Kalaupun ada, di tingkat pengecer harganya bisa melonjak seratus prosen lebih dari harga pasar. Kalau tak percaya, buktinya isteri saya dua hari yang lewat beli minah dengan harga Rp.8.000,- per liter. Cak[Medan: coba]lah Anda tengok, minah lebih mahal dari pertamax sekali pun. (lagi…)

B e r h a l a Desember 15, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis.
2 comments

Bung,

SATU MASA, kata guru ngaji kita, ketika Musa pergi ke Sinai, meninggalkan umatnya dalam waktu yang lama, Samiri membuat patung anak lembu. Berhala yang terbuat dari emas yang konon bisa melenguh itu, kemudian menjadi sesembahan wangsa Bani Israil.

Manakala Musa kembali, ia terkejut; mengapa umatnya tak lagi menyembah Tuhan? Musa marah. Samiri dicerca. Ia kemudian dikenal sebagai pengkhianat, karena merusak kepercayaan umat. (lagi…)

KALAU KALAH MAIN GULI Desember 11, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis.
add a comment

SEBUAH BECAK mesin honda tiruan buatan cina melaju dari arah Gatsu [maksudnya Jalan Gatot Subroto, Medan]. Pengendaranya laki-laki tengah baya. Becak itu berhenti di sebuah warung di Jalan Patimpus [juga di Medan]. Parkir bersebelahan dengan becak-becak yang sudah duluan ada di situ.

“Timah, kopilah dulu,” kata lelaki itu. Ia mengelap keringatnya dengan handuk putih tak lagi putih, yang kerap menggantung di lehernya. (lagi…)

Korupsi, HAM, dan Trafiking Desember 10, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, tentang Anak.
add a comment

Mbak,

SEMBILAN [9], sepuluh [10], dan dua belas [12] desember. Kalau dilihat sekilas, barangkali itu cuma deretan matematik [tak beraturan] tanggal yang ada pada almanak tahun masehi. Namun, ada makna lain yang tersembunyi pada hari-hari di mana tanggal itu berada.

Hari ini, 9 desember, dunia memeperingati hari anti korupsi. Besok, 10 desember, dunia merayakan hari hak asasi manusia [HAM]. Dua hari berikutnya, 12 desember dunia memperingati hari anti perdagangan [trafiking] anak. Kita bukan mau melihat seremonial acara ini, tapi benang merah antara ketiga isu yang diperingati: [anti] korupsi, HAM, dan [anti] trafiking. Khususnya di negeri kita ini. (lagi…)

KOIN PEMBANGKANGAN Desember 8, 2009

Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis.
add a comment

Bung,

SATU KALI, ketika Orang Samin disuruh membayar pajak, mereka membawa nyamuk, lalat, belalang, dan jenis binatang kecil lain ke petugas pajak pemerintah kolonial Belanda. Mereka bilang itulah pajak ternak-ternak mereka.

Ini adalah pembangkangan kepada negara. Bentuk ketidakpercayaan (distrust) kepada lembaga pemerintahan. Orang Samin, yang tinggal disekitar Blora itu, tidak percaya bahwa negara bisa membawa kebahagian dan kesejahteraan, seperti teori-teori negara kesejahteraan dan sebagainya. Yang ada malah sebaliknya. Negara membuat mereka tertindas dan menderita–apalagi pemerintah pada waktu itu adalah pemerintahan kolonial yang memang menindas. [Bahkan sampai sekarang, Orang Samin masih hidup dalam pembangkangan]. Mereka mengurus kehidupan mereka sendiri. (lagi…)