ANTARA RAMALAN RONGGOWARSITO DAN MENUNGGU GODOT Januari 3, 2009
Posted by jemiesimatupang in Uncategorized.Tags: Ngomogin Politik
trackback
Antara Ramalan Ronggowarsito dan Menunggu Godot
– jemie simatupang
Ronggowarsito, sastrawan besar pra-Indonesia, pernah menulis buku dengan judul Zaman Edan (Diterbitkan oleh Jejak dalam Bahasa Indonesia, 2008). Dalam buku itu Ronggowarsito meramalkan bahwa Indonesia akan ditimpa bencana dan prahara yang datang silih berganti. Pemimpin yang ada waktu itu tak bisa menyelamatkan rakyat dari penderitaaan yang terjadi.
Akhirnya datanglah Satrio Piningit. Dalam ramalan Ronggowarsito, Satrio Piningit akan membawa Indonesia menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi. Ia akan menjadi pemimpin yang sempurna untuk Indonesia. Negeri pun terbebas dari segala macam prahara dan bencana.
Ramalan itu mungkin ada benarnya, karena Indonesia terjerembab dalam malapeteka dan para pemimpin tak bisa menyelamatkan rakyatnya dari penderitaan. Namun tak seorang pun yang tahu kapan Satrio Piningit itu akan datang untuk memimpin Indonesia dan menjadikannya sejahtera. Sampai sekarang negeri ini masih saja menjadi negeri dengan banyak prahara yang datang sambung menyambung. Tak pernah kunjung usai.
Fenomena ini mengingatkan kita pada drama yang pernah ditulis oleh sastrawan besar Irlandia, Samuel Beckett. Drama itu berjudul “Waiting for Godot” (Menunggu Godot). Dalam drama ini Beckett mengisahkan dua tokoh, Estragon dan Vladimir, yang menunggu seseorang bernama Godot di dekat sebuah pohon di pinggir jalan yang senyap.
Namun sepanjang cerita si Godot yang dinanti-nanti tak kunjung datang, tapi mereka terus menanti dan berharap.
Demikianlah Indonesia sekarang. Rakyat mengharapkan mereka dipimpin oleh seorang Satrio Piningit, ratu adil, atau apa yang dikatakan Iwan Fals sebagai Manusia Setengah Dewa. Namun sebagaimana Beckett, mereka tak pernah datang untuk memimpin negeri ini.
Pemimpin-pemimpin yang ada sekarang malah sibuk dengan dirinya sendiri. Mabuk kekuasaan. Memupuk kekayaan. Menjual tampang. Mereka memikirkan bagaimana agar kedudukannya sekarang langgeng dan tidak bergeser. Sebagian yang lain memikirkan bagaimana menambah kekuasaan ke tingkat yang lebih tinggi. Yang lebih ironis, sebagian dari mereka malah melakukan praktek korupsi, perbuatan cabul, dan kejahatan lainnya. Tentu ini semua bukan cerminan seorang Satrio Piningit.
Akankah Godot datang Pada 2009?
Tahun 2009, Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi untuk memilih wakil dan pemimpin rakyat yang akan duduk menjadi anggota DPR(D), DPD, dan presiden dan wakil presiden. Hampir sepanjang tahun 2009 perhatian bangsa Indonesia akan tercurah pada proses pergantian pimpinan politik ini. Hal itu tentunya wajar, mengingat pergantian ini akan menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan.
Kita tentu berharap para wakil dan pemimpin rakyat yang terpilih itu nantinya dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Menjadi Satrio Piningit sebagaimana ramalan Ronggowarsito. Namun harapan itu bercampur dengan kecemasan, apakah mereka dapat menjadi Satrio Piningit atau malah tidak datang sama sekali sebagaimana Godot.
Apalagi saat ini Indonesia terimbas efek domino krisis global yang bermula dari Amerika Serikat. Banyak perusahaan besar gulung tikar. PHK besar-besaran pun terjadi. Artinya, zaman makin benar-benar edan, dan rakyat yang ujung-ujungnya tambah menderita.
Memang dalam kampanyenya banyak calon pemimpin yang menawarkan diri menjadi penyelamat bangsa, yang mampu membawa Indonesia keluar dari segala macam keterpurukan. Merasa diri menjadi mesias yang diutus Tuhan. Ini dapat dilihat dari iklan-iklan politik yang dipasang bertebaran, dari jalan raya (spanduk, baliho, umbul-umbul, dan lain-lain) sampai ke dalam kamar rumah kita (media televisi, radio, dan internet).
Namun, kesan yang timbul malah sebaliknya. Bahwa mereka adalah orang yang haus kekuasaan, dan ingin mendapatkan dukungan dan simpati dari rakyat untuk dapat duduk di kursi kekuasaan itu. Tentu ini bukan sikap seorang ksatria. Akhirnya kita semakin ragu dan bertanya-tanya, kapankah Indonesia dipimpin Satrio Piningit? Akankah Godot datang? ***
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”
– Pramoedya Ananta Toer (1925-2006)

kita tunggu aja bener ga nya ramalan tsb. jangan terlalu percaya deh.. salam kenal.
salam kenal
terimakasih sudah singgah …
SAYA INGIN SEKALI MENBACA BUKU RONGGO WARSITO TENTANG KOLO TIDO PANINGIT
Ya kalau negara terus begini ora2ng jawa pasti tidak (TERIMA) pabila orang yang tak bertanggung jawab di biarkan berkeliaran,tunggu saja (SABDO PANDITO RATU) pasti muncul koyo mekaten suwun…!