Buku, Sensor, dan Kekuasaan Januari 7, 2010
Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Buku.Tags: Buku, Jaksa Agung, Pramoedya Ananta Toer
add a comment
Jaksa Agung mengeluarkan larangan terhadap lima buah buku. Gurita dari Cikeas menghilang. Publik (terutama insan perbukuan) bereaksi. Ingatan kepada rezim represif Orde Baru, mau tak mau, kembali lagi.
Kelima buku yang dilarang tersebut adalah: (1) Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto ditulis John Roosa, diterbitkan Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra, (2) Suara Gereja bagi Umat Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri ditulis Socratez Sofyan Yoman, diterbitkan Reza Enterprise. (lagi…)
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”
– Pramoedya Ananta Toer (1925-2006)
