Kerja Keras Adalah Energi Kita Desember 19, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Uncategorized.add a comment
Mbak,
YA, ANDA JADI BENAR! ”Kerja keras adalah energi kita” adalah slogan Pertamina, perusahaan anak kandung negara untuk urusan tambang dan minyak di negeri ini. Tapi sekarang, saya pikir, jargon itu tak hanya berlaku pada perusahaan itu thok, namun juga untuk konsumennya sendiri. Maksud saya masyarakat pengguna produk Pertamina, khususnya minah alias minyak tanah.
Jadi, cemana tidak? Akhir-akhir ini minah menghilang di daerah saya: Medan dan sekitarnya. Masyarakat, khususnya ibu rumah tangga,–bah, betapa tak sensitif gendernya kata ini–panik. Mereka mencarinya, bak mencari anak hilang, kemana-mana. Tak ditemukan. Kalaupun ada, di tingkat pengecer harganya bisa melonjak seratus prosen lebih dari harga pasar. Kalau tak percaya, buktinya isteri saya dua hari yang lewat beli minah dengan harga Rp.8.000,- per liter. Cak[Medan: coba]lah Anda tengok, minah lebih mahal dari pertamax sekali pun. (lagi…)
Korupsi, HAM, dan Trafiking Desember 10, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, tentang Anak, Uncategorized.add a comment
Mbak,
SEMBILAN [9], sepuluh [10], dan dua belas [12] desember. Kalau dilihat sekilas, barangkali itu cuma deretan matematik [tak beraturan] tanggal yang ada pada almanak tahun masehi. Namun, ada makna lain yang tersembunyi pada hari-hari di mana tanggal itu berada.
Hari ini, 9 desember, dunia memeperingati hari anti korupsi. Besok, 10 desember, dunia merayakan hari hak asasi manusia [HAM]. Dua hari berikutnya, 12 desember dunia memperingati hari anti perdagangan [trafiking] anak. Kita bukan mau melihat seremonial acara ini, tapi benang merah antara ketiga isu yang diperingati: [anti] korupsi, HAM, dan [anti] trafiking. Khususnya di negeri kita ini. (lagi…)
“Maaf Kami Terpaksa Melakukan Pemadaman” November 21, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Uncategorized.1 comment so far
Oleh : Husni Thamrin Simatupang
Tahun 1821 Michael Faraday merintis penemuan listrik. Thomas Alva Edison kemudian mengembangkannya menjadi lampu listrik,sistim distribusi listrik, lokomotif listrik, stasiun tenaga listrik, dan lain-lain.
Hidup manusia semakin sejahtera dengan inovasi-inovasi ini. Listrik menjadi kebutuhan di setiap lini kehidupan. Namun, lebih satu abad kemudian, perusahaan listrik negeri ini (atau apa yang biasa disebut PLN) melakukan pemadaman listrik bergilir. (lagi…)
Masih Mau Melanjutkan Juga? November 19, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik, Uncategorized.2 comments
Bung,
SAYA MASIH bicara soal isu cicak lawan buaya itu lagi. Mungkin Anda bilang: “Kok itu-itu terus?” Ya, karena kalau kita diam saja [dan ingat, diam adalah pengkhianatan], bisa-bisa kezaliman ini berlalu begitu saja. Hilang dan dilupakan orang. Dan itu memang yang selalu diinginkan oleh penguasa [di negeri luar sana, karena disini baik-baik semua], terlebih yang korup dan otoriter.
Begini, Tim 8, seperti yang kita baca di media massa, telah menyelesaikan tugasnya. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan tim ini untuk menuntaskan kisruh kriminalisasi pimpinan KPK bibit-chandra adalah menghentikan kasus karena polisi dan kejaksaan tidak memiliki cukup bukti. Yang lain, yang juga menjadi catatan penting, adalah mengungkap kasus bank century, karena ada indikasi kalau kasus bibit-chandra berawal dari bank yang dinyatakan bobrok ini. (lagi…)
Ada Borok Di Wajah [Ke]polisi[an] Kita November 14, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Ngomongin Politik, Uncategorized.add a comment
Bung,
GEGER ISU kriminalisasi bibit-chandra semakin menegaskan bagaimana citra [ke]polisi[an] sesungguhnya. Penuh borok.
Bagaimana mau dibilang lain, lihat saja sepak terjang institusi ini demi menutupi kudis bernanah yang bersarang di mukanya itu. Tapi alih-alih tersembunyi, masyarakat makin bisa melihat borok-borok yang selama ini tersembunyi tertutup bedak tebal menyerupai topeng. (lagi…)
ROK TASAWUF November 14, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Lempar, Asal Tulis, Uncategorized.add a comment
Mbak,
Seorang rekan kerja bercerita pada saya melalui fasilitas chat di facebook. Keluh-kesahnya tumpah. Katanya di kotanya sekarang sedang heboh dengan razia pakaian muslim. Khususnya untuk perempuan. [dia juga perempuan seperti mbak] Nah, siapa-siapa yang kedapatan sedang tidak memakai pakaian muslim di jalan [atau tempat umum] maka ia akan ditangkap.
Anehnya lagi, kata kawan saya itu, perempuan tidak boleh memakai celana jeans, walaupun telah memakai tudung [jilbab]. Bagi yang kedapatan maka celananya itu akan digunting oleh petugas. (lagi…)
Lukman, Anak, dan Keledainya April 2, 2009
Posted by jemiesimatupang in Asal Tulis, Uncategorized.add a comment
Nak,
Ingatlah manakala pada suatu pagi cerah Lukman mengajak anaknya ke pasar. Mereka berniat menjual keledai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dirimu tahu keledai, kan? Itu binatang yang mirip kuda namun bertubuh lebih kecil dan suaranya meringkik.
Maka, berangkatlah Lukman, anaknya, dan keledai itu. Lukman naik ke atas punggung keledai, sedangkan anaknya berjalan menuntun keledai ke pasar yang berjarak 10 kilo(meter) dari rumah mereka. (lagi…)
facebook: Kalau Dinding Bisa Ngomong Maret 21, 2009
Posted by jemiesimatupang in Uncategorized.comments closed
..::jemie simatupang
KITA MEMASUKI era–bahkan beberapa kalangan menyebutnya post—informasi: “Selamat datang di dunia tanpa batas.” Kini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi penghalang manusia, segala kejadian dapat diketahui di detik dimana kejadian itu terjadi. Dengan tekhnologi informasi, dunia benar-benar telah menjadi sebuah flat.
Apa yang mustahil dikerjakan dengan teknologi informasi sekarang? Transaksi bisnis (lagi…)
1001 malam Maret 21, 2009
Posted by jemiesimatupang in Uncategorized.add a comment
Ito,
Anda pernah dengar hikayat seribu satu malam?
Alkisah adalah seorang raja lalim. Shariar namanya. Ia sangat (-sangat) benci kepada perempuan (anti feminis). Selalu saja perempuan tewas di tangannya, saking bencinya ia. Juga dengan isteri-isterinya, tak satu pun (dikisahkan) ada yang selamat. Tiap kali menikah tiap kali pula dibunuhnya.
Begitulah, sampai satu kali (lagi…)
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”
– Pramoedya Ananta Toer (1925-2006)
